Ide jualan jajanan pasar kekinian menjadi topik yang terus relevan di tengah perubahan tren kuliner yang cepat. Peluang usaha dari camilan tradisional yang dimodifikasi semakin terbuka lebar. Inovasi rasa, tampilan dan kemasan membuat jajanan klasik kembali digandrungi oleh banyak kalangan.
Baca Juga: 11 Ide Usaha di Bidang Pertanian dengan Keuntungan Jangka Panjang
Siapa yang tak suka dengan jajanan pasar? Kudapan tradisional satu ini senantiasa memiliki tempat khusus di hati masyarakat Indonesia. Rasanya yang autentik serta harganya ramah di kantong membuat jajanan pasar selalu jadi favorit di semua kalangan.

Ide Jualan Jajanan Pasar Kekinian yang Menguntungkan
Umumnya, jajanan pasar dibuat dari bahan sederhana seperti tepung beras, kelapa, gula dan santan. Nah, dengan bahan tersebut, siapa pun sebenarnya bisa mencoba membuat jajanan pasar kekinian dengan harga terjangkau, bahkan mulai dari seribuan rupiah saja. Jajanan pasar sudah dikenal sejak zaman dahulu dan menjadi bagian penting dari budaya kuliner Indonesia.
Dahulu, makanan ini sering disajikan dalam upacara adat, pernikahan, hingga acara syukuran sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Sampai saat ini, jajanan pasar tetap bertahan dan digemari berbagai kalangan karena cita rasa khas serta bentuknya yang beragam dan menarik.
Selain itu, harga yang murah membuat jajanan ini mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Banyak orang juga merasakan nostalgia saat menikmati jajanan pasar, karena mengingatkan pada masa kecil atau momen bersama keluarga. Memasuki tahun 2026, tren kuliner kembali mengangkat jajanan tradisional dengan sentuhan modern yang lebih kreatif dan menarik.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi usaha kecil dengan modal terbatas untuk tetap berkembang. Bahkan, berjualan jajanan pasar bisa menjadi ide bisnis yang menjanjikan jika dikelola dengan baik. Terlebih saat bulan Ramadhan, permintaan jajanan pasar meningkat karena banyak dijual di berbagai lokasi strategis dengan pilihan rasa manis, asin dan gurih yang beragam.
Mengapa Memilih Usaha Jajanan Pasar?
Ide jualan jajanan pasar kekinian memiliki potensi besar untuk memberikan keuntungan karena permintaan yang stabil dan fleksibel dalam pengelolaannya. Berikut beberapa alasan utamanya:
- Permintaan Pasar yang Selalu Ada: Jajanan pasar memiliki target konsumen yang sangat luas, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Permintaan cenderung stabil, terutama pada pagi hingga siang hari saat banyak orang mencari camilan atau sarapan ringan.
- Skema Penjualan Bisa Disesuaikan: Usaha ini dapat dijalankan dengan berbagai cara, seperti berjualan di pasar, membuka usaha dari rumah, membuka stan di pinggir jalan, atau bahkan menerima pesanan catering. Fleksibilitas ini membuatnya cocok untuk berbagai kondisi modal dan lokasi.
- Pilihan Menu Sangat Beragam: Jenis jajanan pasar sangat banyak sehingga pelaku usaha tidak akan kehabisan ide produk. Bahkan satu jenis makanan bisa dikreasikan dengan berbagai topping, isian, atau bentuk agar lebih menarik dan sesuai selera pasar.
- Modal Awal Terjangkau: Usaha jajanan pasar bisa dimulai dengan modal kecil, bahkan di bawah 7 juta rupiah. Jika modal terbatas, pelaku usaha dapat menyesuaikan jumlah produksi dan skala penjualan sesuai kemampuan.
Cara Mengelola Biaya Operasional dari Modal Awal
Sebagai contoh, jika Anda memiliki modal sebesar Rp5.000.000 untuk memulai usaha jajanan pasar, maka pengelolaan biaya perlu dilakukan secara terencana agar usaha berjalan lancar dan efisien. Berikut rincian sederhana yang bisa dijadikan gambaran:
- Bahan Baku (Estimasi Stok Awal)
- Tepung terigu: 10 kg x Rp10.000 = Rp100.000
- Ragi instan: 5 pack (11gr) x Rp5.000 = Rp25.000
- Telur: 3 rak x Rp25.000 = Rp75.000
- Gula pasir: 10 kg x Rp12.000 = Rp120.000
- Minyak goreng: 5 liter x Rp14.000 = Rp70.000
- Gas Elpiji & Listrik (Operasional): Rp150.000
- Biaya Bahan Tak Terduga: Rp125.000
Total bahan baku: Rp665.000
- Peralatan
- Kompor gas: Rp550.000
- Panci besar: Rp200.000
- Wajan: Rp150.000
- Alat masak (spatula, pisau, cetakan): Rp150.000
Total peralatan: Rp1.050.000
- Biaya Tetap
- Sewa tempat: Rp1.000.000
- Tenda: Rp400.000
- Promosi awal: Rp200.000
Total biaya tetap: Rp1.600.000
Total modal terpakai: Rp3.315.000
Dari perhitungan tersebut, masih tersisa lebih dari Rp1.000.000 yang bisa digunakan untuk kebutuhan tambahan seperti kemasan, topping, atau bahan pelengkap lainnya. Jika biaya melebihi modal awal, Anda dapat menghemat dengan membeli bahan grosir, memanfaatkan peralatan yang sudah ada, membatasi variasi produk, atau memulai usaha dari rumah agar lebih hemat biaya operasional.
Estimasi omzet di atas adalah pendapatan kotor. Laba bersih yang dihasilkan rata-rata berkisar antara 30-40% setelah dikurangi biaya operasional harian, tenaga kerja dan penyusutan alat.
Ide Bisnis Jajanan Pasar dengan Modal Minim
Ide jualan jajanan pasar kekinian Indonesia hadir dengan beraneka macam pilihan yang sangat menggugah selera serta melukiskan kekayaan kuliner khas nusantara. Mulai dari yang asin, manis tradisional, hingga sehat.
Apabila Anda tengah mencari ide bisnis modal kecil yang menguntungkan, berjualan jajanan pasar pantas Anda coba. Bersiaplah untuk menemukan beragam ide jajanan pasar terlaris yang tak hanya menggugah selera, melainkan juga berpotensi mengisi kantong Anda dengan cuan melimpah!
1. Onde-onde Kekinian

Onde-onde populer sebagai jajanan berbentuk bulat kecil dengan balutan wijen yang renyah di luar. Di versi kekinian beberapa tahun ini, isian tidak lagi hanya kacang hijau, tetapi juga berkembang menjadi cokelat lumer, keju, hingga selai premium seperti hazelnut.
Perubahan ini membuat onde-onde semakin relevan untuk pasar muda tanpa meninggalkan cita rasa tradisionalnya. Estimasi modal awal sekitar Rp2,3 juta dengan bahan baku Rp1 juta, peralatan Rp600.000, kemasan Rp400.000, dan lain-lain Rp300.000. Dengan harga Rp5.000 per butir dan penjualan 100 butir per hari, omzet bisa mencapai Rp15 juta per bulan.
Berdasarkan pengamatan tren di beberapa pasar takjil musim ini, varian isi cokelat lumer jauh lebih cepat habis terjual daripada isi kacang hijau konvensional, terutama di kalangan pembeli generasi muda.
2. Dadar Gulung Aneka Isi

Dadar gulung merupakan ide jualan jajanan pasar kekinian yang berupa kue tipis berwarna hijau dengan aroma pandan dan isian kelapa manis. Versi kekinian menghadirkan variasi isi seperti cokelat, keju, hingga durian agar lebih menarik. Jajanan ini fleksibel karena bisa dijual fresh, frozen, atau dalam bentuk snack box.
Modal awal sekitar Rp2 juta dengan bahan baku Rp750.000, alat Rp750.000, kemasan Rp300.000, dan lain-lain Rp200.000. Harga jual Rp3.000–Rp6.000 per pcs dengan penjualan 50 pcs per hari bisa menghasilkan omzet Rp4,5–Rp9 juta per bulan.
3. Jasuke

Jasuke adalah singkatan dari jagung, susu, dan keju yang disajikan hangat dalam cup. Perpaduan rasa manis dan gurih ini membuatnya digemari semua kalangan. Bahan bakunya mudah didapat dan proses pembuatannya juga cepat.
Estimasi modal awal sekitar Rp1,5 juta dengan bahan baku Rp500.000, peralatan Rp500.000, kemasan Rp300.000, dan lain-lain Rp200.000. Harga jual Rp10.000–Rp15.000 per cup, dengan 30 cup per hari bisa menghasilkan omzet hingga Rp13,5 juta per bulan.
4. Gohyong Ayam

Ide jualan jajanan pasar kekinian yang tak kalah menarik ialah gohyong ayam. Makanan ini merupakan olahan daging ayam cincang berbumbu lima rempah yang dibungkus kulit tahu lalu digoreng. Cita rasanya gurih dan aromatik, cocok untuk pecinta snack berbumbu kuat.
Produk ini masih tergolong unik sehingga persaingan pasar belum terlalu padat. Modal awal sekitar Rp2,8 juta dengan bahan baku Rp1 juta, peralatan Rp1 juta, kemasan Rp500.000, dan lain-lain Rp300.000. Dengan harga Rp20.000–Rp25.000 dan penjualan 20 porsi per hari, omzet bisa mencapai Rp15 juta per bulan.
5. Spring Roll

Spring roll adalah gulungan renyah berisi sayuran, daging, atau seafood seperti udang dan tuna. Versi modernnya semakin variatif dengan tambahan salmon atau isian vegetarian. Jajanan ini cocok untuk pasar sehat maupun snack praktis.
Estimasi modal untuk menjajal ide jualan jajanan pasar kekinian ini sekitar Rp3,5 juta dengan bahan baku Rp1,5 juta, alat Rp1 juta, kemasan Rp700.000, dan lain-lain Rp300.000. Harga jual Rp20.000–Rp25.000 per porsi, dan penjualan 20 porsi per hari dapat menghasilkan omzet Rp12–15 juta per bulan.
6. Martabak Mini

Martabak mini adalah versi kecil dari martabak manis dengan berbagai topping kekinian seperti Nutella, matcha, dan keju. Bentuknya lebih praktis sehingga cocok untuk konsumsi harian. Jajanan ini sangat populer karena fleksibel untuk berbagai acara.
Modal awal sekitar Rp3,25 juta dengan bahan baku Rp1,5 juta, peralatan Rp1 juta, kemasan Rp500.000, dan lain-lain Rp250.000. Dengan harga Rp5.000–Rp7.000 per pcs dan penjualan 50 pcs per hari, omzet bisa mencapai Rp10,5 juta per bulan.
7. Kue Sus Trendi

Ide jualan jajanan pasar kekinian lainnya ialah kue sus. Kue sus kini hadir dengan isian modern seperti cokelat, matcha, tiramisu, hingga salted caramel. Teksturnya lembut dengan isian krim yang meleleh di mulut, membuatnya cocok sebagai premium snack. Tampilan yang elegan juga menambah nilai jualnya.
Modal awal sekitar Rp4 juta dengan bahan baku Rp1,5 juta, alat Rp1,5 juta, kemasan Rp500.000, dan lain-lain Rp500.000. Harga Rp10.000 per butir dengan penjualan 50 butir per hari bisa menghasilkan omzet hingga Rp15 juta per bulan.
8. Mochi Daifuku

Mochi daifuku adalah jajanan kenyal khas Jepang dengan isian buah, cokelat, atau pasta kacang merah. Teksturnya lembut dan tampilannya sangat estetik sehingga cocok untuk pasar anak muda.
Tren makanan Jepang yang meningkat membuat produk ini mudah diterima. Modal awal untuk memulai peluang ide jualan jajanan pasar kekinian satu ini sekitar Rp2,5 juta dengan bahan baku Rp1 juta, alat Rp800.000, kemasan Rp500.000, dan lain-lain Rp200.000. Harga Rp5.000–Rp10.000 per butir, dengan 50 butir per hari bisa menghasilkan omzet hingga Rp15 juta per bulan.
9. Lemper

Lemper merupakan ketan berisi ayam suwir berbumbu gurih yang dibungkus daun pisang. Aroma khasnya membuat jajanan ini selalu dicari untuk acara formal maupun santai. Variasi isi seperti abon sapi atau tuna membuatnya lebih modern.
Modal awal sekitar Rp2,5 juta dengan bahan baku Rp1 juta, alat Rp750.000, kemasan Rp500.000, dan lain-lain Rp250.000. Dengan harga Rp3.000–Rp6.000 per pcs dan penjualan 50 pcs per hari, omzet bisa mencapai Rp9 juta per bulan.
10. Pisang Cokelat (Piscok)

Pisang cokelat atau piscok adalah pisang yang dibungkus kulit lumpia dan diisi cokelat lalu digoreng. Rasanya manis, renyah, dan lembut di dalam. Makanan ini menjadi ide jualan jajanan pasar kekinian yang sangat disukai semua kalangan karena bahan dasarnya sederhana.
Modal awal sekitar Rp1,8 juta dengan bahan baku Rp750.000, peralatan Rp500.000, kemasan Rp300.000, dan lain-lain Rp250.000. Harga Rp2.500–Rp5.000 per butir dengan 100 butir per hari bisa menghasilkan omzet hingga Rp15 juta per bulan.
11. Cireng Kekinian

Cireng berbahan dasar tapioka kini hadir dengan isian keju, ayam pedas, hingga smoked beef. Teksturnya kenyal di luar dan lumer di dalam, memberikan sensasi berbeda saat digigit. Jajanan ini mudah diproduksi dan cocok untuk usaha kecil.
Modal awal sekitar Rp1,5 juta dengan bahan baku Rp500.000, alat Rp500.000, kemasan Rp300.000, dan lain-lain Rp200.000. Dengan harga Rp2.000–Rp4.000 per pcs dan penjualan 100 pcs per hari, omzet bisa mencapai Rp9 juta per bulan.
12. Singkong Goreng Kekinian

Ide jualan jajanan pasar kekinian berikutnya ada singkong goreng. Singkong goreng kini hadir dengan varian rasa seperti keju, barbeque, dan pedas manis. Singkong direbus terlebih dahulu agar empuk sebelum digoreng hingga renyah.
Jajanan ini cocok sebagai camilan harian dengan harga terjangkau. Modal awal sekitar Rp1,5 juta dengan bahan baku Rp500.000, alat Rp500.000, kemasan Rp300.000, dan lain-lain Rp200.000. Harga jual Rp5.000 per porsi dengan penjualan 80 porsi per hari bisa menghasilkan omzet Rp12 juta per bulan.
13. Kue Leker

Kue leker memiliki tekstur tipis dan renyah dengan berbagai topping seperti cokelat, keju, dan susu kental manis juga termasuk ide jualan jajanan pasar kekinian. Jajanan ini sangat fleksibel karena bisa disesuaikan dengan selera pelanggan. Proses pembuatannya cepat sehingga cocok untuk usaha kaki lima.
Modal awal sekitar Rp1 juta dengan bahan baku Rp400.000, alat Rp300.000, kemasan Rp200.000, dan lain-lain Rp100.000. Harga Rp3.000–Rp5.000 per pcs dengan 100 pcs per hari bisa menghasilkan omzet Rp10 juta per bulan.
14. Bika Ambon Kekinian

Bika Ambon dikenal dengan teksturnya yang bersarang dan rasa manis legit. Versi kekinian hadir dengan varian rasa seperti pandan, keju, dan durian. Jajanan ini cocok sebagai oleh-oleh premium dengan daya simpan cukup lama.
Baca Juga: Bisnis Online yang Cocok untuk Gen Z dengan Modal Kecil
Modal awal sekitar Rp3 juta dengan bahan baku Rp1,2 juta, alat Rp1 juta, kemasan Rp500.000, dan lain-lain Rp300.000. Dengan harga Rp10.000 per potong dan penjualan 50 potong per hari, omzet bisa mencapai Rp15 juta per bulan.
Jualan Jajanan Pasar vs Dessert Kekinian
| Aspek | Jajanan Pasar | Dessert Kekinian |
| Target pasar | Lokal, semua usia, pembeli rutin di pasar/warung | Remaja–dewasa muda, pencari tren, pengguna media sosial |
| Modal awal | Rendah–sedang, bahan sederhana | Sedang–tinggi, butuh alat & konsep estetik |
| Biaya bahan | Murah (tepung, gula, kelapa) | Lebih mahal (cream, cokelat premium, topping) |
| Harga jual | Terjangkau, mengandalkan volume | Lebih tinggi, mengandalkan branding |
| Margin | Kecil–sedang tapi stabil | Lebih besar jika branding kuat |
| Variasi produk | Tradisional, stabil | Cepat berubah mengikuti tren |
| Skill | Dasar memasak tradisional | Pastry, plating, kreativitas |
| Operasional | Cepat & sederhana | Lebih detail & butuh persiapan |
| Shelf life | Pendek | Bisa lebih variatif (fresh/chiller) |
| Lokasi | Pasar, sekolah, warung | Kafe, mall, online |
| Pemasaran | Mulut ke mulut, lokasi | Media sosial & influencer |
| Kemasan | Sederhana | Estetik & Instagramable |
| Skalabilitas | Mudah diperluas kecil-kecilan | Tergantung SOP & branding |
| Risiko | Harga bahan & persaingan | Tren cepat berubah |
| Kelebihan | Murah, loyal market | Viral & margin tinggi |
| Kekurangan | Laba kecil | Modal & risiko tinggi |
| Tips | Fokus rasa & harga | Fokus visual & branding |
Jika modal terbatas dan target pasar sekitar kampus atau pasar tradisional, jajanan pasar lebih cocok karena cepat balik modal. Namun jika menyasar pasar urban yang aktif di media sosial, dessert kekinian lebih berpotensi memberi keuntungan besar dan branding jangka panjang.
Prospek Masa Depan
Prospek industri kuliner diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin cepat dan praktis. Permintaan terhadap makanan ringan, terjangkau, dan mudah diakses membuat ide jualan jajanan pasar kekinian memiliki peluang usaha yang sangat menjanjikan. Tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga di lingkungan urban seperti kampus, perkantoran, hingga platform digital.
Peran digital marketing menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pasar. Penjualan melalui media sosial dan aplikasi online memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen lebih luas tanpa batas lokasi. Konten visual yang menarik juga dapat meningkatkan minat beli secara signifikan.
Channel Youtube @CobaYuk memberikan inspirasi praktis bagi pemula. Inspirasi jualan jajanan pasar kekinian dapat dipelajari melalui berbagai video yang mudah diikuti. Resep sederhana seperti Kaloci dan Seblak Tahu juga cukup mudah diterapkan di rumah. Selain itu, konten tersebut memberikan estimasi keuntungan serta strategi pemasaran seperti titip jual.
Jualan jajanan pasar kekinian sangat cocok dimulai dari skala kecil. Metode ini ideal untuk lingkungan kampus atau perumahan karena mudah dijalankan. Pelaku usaha pemula dapat belajar dengan cepat, sehingga ide jualan jajanan pasar kekinian semakin mudah diakses dan dikembangkan.
Tips Memilih Supplier Bahan Baku untuk Usaha Jajanan Pasar
Tips memilih supplier bahan baku sangat penting untuk menjaga konsistensi rasa dan efisiensi biaya dalam usaha jajanan pasar. Prioritaskan supplier tangan pertama seperti grosir atau agen sembako agar mendapatkan harga lebih murah daripada pembelian eceran.
Pastikan kualitas bahan selalu stabil supaya rasa produk tidak berubah di mata pelanggan. Selain itu, pilih supplier dengan layanan pengiriman tepat waktu, sistem pembayaran fleksibel dan ketersediaan bahan alternatif. Berbekal strategi ini, produksi lebih lancar, biaya lebih efisien dan arus kas usaha tetap sehat serta kompetitif.
Tantangan
Jualan jajanan pasar memiliki tantangan utama seperti daya tahan produk yang singkat, persaingan harga ketat, serta stigma bahwa produk harus murah. Selain itu, kenaikan harga bahan baku juga sering menekan margin keuntungan pelaku usaha. Kondisi ini membuat penjual perlu strategi agar usaha tetap stabil dan berkembang di tengah persaingan pasar yang dinamis.
Solusinya dapat dilakukan dengan sistem made by order untuk mengurangi sisa produk, inovasi kemasan agar lebih higienis dan menarik, serta diferensiasi produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Pelaku usaha juga perlu beradaptasi dengan tren digital melalui media sosial dan layanan pesan antar.
Penelitian oleh Hadiyati, Fatkhurahman, dan Arizal dari Universitas Lancang Kuning membahas peningkatan daya saing jajanan pasar melalui inovasi di KUB Graha Permai Pekanbaru. Banyak produk masih tradisional sehingga kurang menarik bagi konsumen modern. Melalui pendampingan, terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan anggota dalam inovasi usaha, sehingga mereka lebih mampu mengembangkan kewirausahaan dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Kemudian Penelitian oleh Arfida Boedirochminarni, Ratih Juliati, dan Rohmat Jatmiko dari Universitas Muhammadiyah Malang membahas inovasi usaha jajan cimoet di Desa Klampok Kasri. UMKM ini berperan dalam pemberdayaan kearifan lokal dan peningkatan ekonomi rumah tangga. Namun, terdapat tantangan pada packaging, pemasaran online dan pembukuan. Solusinya melalui pelatihan kemasan, pencatatan sederhana, serta pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan daya saing usaha.
Pelaku usaha yang beralih dari plastik mika biasa ke kemasan yang lebih kedap udara dan memiliki desain unik mengalami peningkatan loyalitas pelanggan hingga dua kali lipat.
Baca Juga: Ide Usaha di Sekitar Kampus dengan Modal Minim dan Risiko Rendah
Ke depan, inovasi akan menjadi kunci utama keberhasilan usaha kuliner. Pelaku usaha perlu terus beradaptasi dengan tren, menjaga kualitas, dan mengembangkan kreativitas dalam produk maupun pemasaran. Berkat strategi yang tepat, ide jualan jajanan pasar kekinian bisa berkembang menjadi bisnis berkelanjutan dengan potensi pasar luas.



